JAKARTA-Di
bulan kedua tahun 2013 ini, Nikon membuat penyegaran di jajaran kamera
DSLR format DXnya dengan mengenalkan seri D7100.
“Memperkuat
komitmen Nikon pada konsumen D-SLR format DX, sang inovatif D7100
menawarkan cara baru bagi fotografer untuk menangkap visi kreatif mereka
dengan detail dan ketelitian yang menakjubkan, baik melalui still image
atau HD video,” demikian ujar Bo Kajiwara, Vice President of Marketing,
Planning and Customer Experience, Nikon Inc.
Kamera yang memakai
sensor berformat APS-C ini diisi dengan resolusi 24,1MP. Seperti
dilansir dari TheVerge (21/2/2013), sensor CMOS tersebut mengusung
desain baru, dan tidak berbagi model yang sama dengan seri-seri lainnya.
Sensor
ini mampu menghasilkan rentang ISO dari 100-6400 dan bisa digenjot
hingga 25600. Untuk perekaman video, D7100 mampu menghasilkan 1080/30p
atau 1080/60i.
Salah satu peningkatan lain yang terlihat dari
pendahulunya (D7000) adalah sistem autofocus yang kini menjadi 51 titik
(15 titik berjenis cross type di central area).
Begitupun dengan
image processing engine-nya yang sudah memakai Expeed 3 di mana
mendukung bidikan 6fps di semua mode. Kamera flagship di lini format DX
ini juga dilaporkan menghilangkan keberadaan optical low-pass filter
(OLPF).
Ia dilengkapi LCD 3,2 inch dengan 1,229 juta titik, serta
display OLED di dalam viewfinder. Nikon mengklaim, startup time hanya
memakan waktu 0,13 detik dengan shutter lag di angka 0,052 detik.
D7100
yang dijadwalkan keluar Maret, dibanderol seharga 1,099.99
Poundsterling atau sekitar Rp16 juta (1 GBP = Rp14,699.19) di Inggris
untuk bodinya saja, atau 1,299.99 (Rp19 juta) yang dipasangkan dengan
lensa kit 18-105mm VR.
Sedangkan di pasar Amerika, kedua opsi tersebut dilabeli USD 1.199,95 atau sekitar Rp11,6 juta dan USD 1.599,95 (Rp15 juta)